PERTAMA KALINYA MELIHAT ANAKKU LAHIR - ARUNIKA

by - Mei 05, 2026


Siapa sangka aku yang kemarin hoppeless sama hidup gak ada tabungan, gak kepikiran menikah apalagi punya anak. Ternyata tuhan berkehendak lain, jalan tuhan bekerja dengan baik banget walaupun yang aku jalani juga gak mudah akan tetapi aku sangat - sangat bersyukur bahwasanya momen ini juga ada dalam hidupku.

Melihatnya pertama kali dalam layar USG, mendengarkan detak jantungnya serta merasakan tendangan kaki si kecil dari dalam perutku rasanya senang banget dan penuh syukur. Allah mengamanahi si kecil ini untuk hidup bersama kami, berarti tuhan melihat kami mampu. 9 bulan waktu terasa cepat akhirnya moment itupun datang, di tanggal 13 maret aku dan suami pergi ke IGD untuk cek kondisi tubuh dan menunggu moment operasi keesokan harinya. 

Tepat setelah subuh aku dijemput oleh perawat dan bergegas ke ruangan operasi sedari suami mengurus keperluan operasi dan kelengkapan dataku. Tidak sampai 30menit proses persiapan operasi c-section selesai aku menunggu di ruangan operasi yang sangat dingin bikin aku menggigil. 5 menit kemudian dokter tiba "Mbak ini saya mulai operasinya yaa bismillahirrahmanirrahim" lampu operasi di arahkan ke tengah sehingga pantulan tubuhku terlihat jelas. Bagaimana kulitku di sayat berulang kali sambil aku melihat sekeliling dokter dan para asistennya bercengkrama, aku benar - benar melihat prosedur perutku dibelah dengan jelas lewat pantulan lampu. Anehnya aku tidak mual sampaiii....

Tubuhku digoyang kiri kanan lebih keras lalu terdengar suara tangis kencang "wah gemoy sekali adeknya perempuan ya bu" kata dokter humaira. Aku pandangi wajahnya yang masih belum dibersihkan itu sambil tersenyum "iyaa" aku mengangguk. Tak ada rasa haru, terasa biasa hambar. Lalu aku kembali melihat prosedur perutku dibersihkan dan dijahit dari pantulan lampu ruang operasi. Tidak berangsur lama aku dikagetkan anakku ditaruh diatasi dada untuk simulasi menyusu, tanganku diarahkan oleh perawat untuk mendekap simungil ini. Dalam hatiku "nak apakah ini kamu? akhirnya kita bertemu".


Tubuhku lemas tak berdaya bahkan untuk menoleh kanan dan kiripun tak mampu. Aku menunggu suami dan perawat menjemput untuk kembali ke kamar rumah sakit. Masih ingat setelah namaku dipanggil aku melihat wajah suamiku penuh khawatir sambil tersenyum mendorongku. "Sayang, akhirnya kita resmi menjadi ayah dan ibu" ucapku. Kita berdua terharu dan menikmati awal mula kami menjadi orang tua.

Memang, awal melihat anak lahir ga semua ibu langsung terharu dan menangis. Aku masih mencerna kondisi yang sedang terjadi. Berangsur - angsur memang rasa keibuan mulai tumbuh. Aku pribadi merasa jiwa ibuku keluar saat kita sudah dirumah. Ketergantungan dia terhadapku yang bikin rasa keibuanku mulai muncul perlahan, padahal aku mengiranya akan kaya di fim - film haahaa bayi lahir menangis kita juga ikutan menangis haru. Ya mungkin ada beberapa orang yang merasakan seperti itu sedangkan aku mungkin butuh proses. Hal ini wajar dan bukan baby blues yaa, tubuh kita juga lagi proses pemulihan after operasi kan jadi jika kamu merasa belum jadi ibu yang baik, masih banyak hari untuk selalu belajar menjadi seorang "IBU".

Anakku tersayang Aruninka Xinya Faliha jika suatu hari kamu membaca artikel ibu ini, ketahuilah nak ibu akan selalu belajar menjadi ibumu yang lebih baik setiap harinya. Ibu tidak dilahirkan langsung menjadi ibu hebat, tapi dengan kehadiranmu sekarang ibu merasa dilahirkan juga untuk menjadi seseorang yang berbeda. Seseorang yang bisa kamu andalkan, tempat pertama belajarmu, dan orang yang bisa melindungimu. Tumbuhlah menjadi anak yang cantik, ceria, positive dan sholihah. Aruninka anakku tersayang ibu selalu menyayangimu sebanyak yang kamu tidak pernah kira.

Terimakasih ya nak sudah memilih ibu untuk menjadi orang tuamu, mari kita hidup bahagia bersama berbagi cerita hidupmu sampai ibu dan ayah tua.

WWW.TYEAN.MY.ID
Email Kerjasama : emailtyean@gmail.com

You May Also Like

0 komentar